1. Pilih mainan berstandar SNI
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perindustrian telah
menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk-produk
komersil, termasuk mainan. Sebelum membeli mainan untuk anak, pastikan
bahwa mainan tersebut telah lulus uji coba SNI dengan bukti stiker SNI
yang terdapat pada kotak atau kemasan mainan. Stiker ini diberikan pada
produk mainan setelah melalui uji fisis, uji mekanis, uji bakar dan uji
kimia.
2. Sesuaikan ukuran mainan dengan anak
Untuk anak usia balita, memilih mainan perlu diperhatikan dengan
baik. Sesuaikan mainan yang akan dibeli dengan ukuran tubuh balita.
Ukuran mainan yang terlalu besar akan menyulitkan sang balita ketika
bermain, sementara ukuran yang terlalu kecil sangat berbahaya karena
dapat masuk kedalam mulut, lubang hidung dan telinga.
3. Bahan dasar mainanBahan dasar mainan perlu disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak
usia balita dan bayi, bahan dasar mainan yang sesuai adalah yang halus
dan lembut. Bila menggunakan bulu, pastikan bulunya tidak mudah rontok
dan selalu awasi agar sang balita tidak terlalu sering menggigit bulu
pada mainan tersebut. Selain itu, pastikan juga tidak ada bagian dari
mainan yang mudah lepas dan tertelan oleh balita. Bahan dasar mainan
yang terbuat dari kayu, plastik dan logam sangat tidak dianjurkan untuk
balita, karena dapat menimbulkan luka bila tidak dimainkan dengan benar
dan lolos dari pengawasan orangtua.
4. Mainan Edukasi
Anak-anak usia 3 - 5 tahun sedang berada pada tahap pengembangan
otak. Segala hal yang mereka terima dan rasakan akan dipelajari dengan
otak. Anak yang berada pada rentang usia ini akan mengalami peningkatan
intelegensia dan sangat baik bagi para orangtua untuk merangsang daya
kerja otak anak pada usia ini. Mainan-mainan edukasi seperti
puzzle,
tebak gambar atau angka, dan mainan-mainan edukasi berbasis pemikiran
lainnya yang mampu merangsang otak anak untuk mencari solusi, sangat
disarankan.
5. Mainan Kreatif
Ketika anak telah berusia 5 tahun keatas, mainan yang sesuai adalah
mainan-mainan kreatif. Berbeda dengan mainan edukasi yang merangsang
otak anak untuk berpikir dan memecahkan masalah, mainan kreatif
bertujuan untuk merangsang otak anak untuk mencipta. Jenis mainan
kreatif yang sangat dianjurkan adalah yang berjenis lego yang dapat
membantu anak menciptakan bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan
kreatifitas mereka, lilin dan tanah liat yang kurang lebih bertujuan
sama yaitu merangsang otak anak untuk menciptakan bentuk-bentuk tertentu
berdasarkan hasil kreatifitas dan imajinasi mereka.
6. Mainan Stimulan
Mainan jenis ini mampu merangsang daya penglihatan dan pendengaran anak. Mainan stimulan adalah mainan yang memiliki
visual
dan suara untuk membantu anak dalam menangkap, mendengar, menerima dan
mencerna hal-hal yang ada disekelilingnya. Anak dapat mempelajari
berbagai hal seperti bentuk hewan dan suara yang dihasilkan hewan
tersebut. Mainan jenis ini sangat baik bagi anak untuk mengenali
lingkungan disekitarnya.
7. Beli ditoko yang terpercaya
Beberapa toko mainan anak besar yang banyak ditemui dipusat-pusat
perbelanjaan menjual mainan-mainan berstandar SNI. Orangtua juga dapat
langsung memilih mainan mana yang akan dibeli. Namun, bila orangtua
tidak punya banyak waktu untuk pergi ke toko mainan, toko mainan anak
online bisa menjadi pilihan. Memilih mainan anak di toko
online membutuhkan ketelitian. Pastikan toko mainan anak
online
yang dipilih adalah toko terpercaya, dan yang paling penting, cek
apakah mainan tersebut memiliki standar SNI. Selain itu, pelajari pula
dengan teliti syarat dan ketentuan pembelian beserta ketentuan
pengembalian barang bila mainan yang diterima tidak sesuai dengan yang
diiklankan.artikel email