Rabu, 18 Januari 2017

artikel email

1. Pilih mainan berstandar SNI
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perindustrian telah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk-produk komersil, termasuk mainan. Sebelum membeli mainan untuk anak, pastikan bahwa mainan tersebut telah lulus uji coba SNI dengan bukti stiker SNI yang terdapat pada kotak atau kemasan mainan. Stiker ini diberikan pada produk mainan setelah melalui uji fisis, uji mekanis, uji bakar dan uji kimia.
2. Sesuaikan ukuran mainan dengan anak
Untuk anak usia balita, memilih mainan perlu diperhatikan dengan baik. Sesuaikan mainan yang akan dibeli dengan ukuran tubuh balita. Ukuran mainan yang terlalu besar akan menyulitkan sang balita ketika bermain, sementara ukuran yang terlalu kecil sangat berbahaya karena dapat masuk kedalam mulut, lubang hidung dan telinga.

3. Bahan dasar mainanBahan dasar mainan perlu disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak usia balita dan bayi, bahan dasar mainan yang sesuai adalah yang halus dan lembut. Bila menggunakan bulu, pastikan bulunya tidak mudah rontok dan selalu awasi agar sang balita tidak terlalu sering menggigit bulu pada mainan tersebut. Selain itu, pastikan juga tidak ada bagian dari mainan yang mudah lepas dan tertelan oleh balita. Bahan dasar mainan yang terbuat dari kayu, plastik dan logam sangat tidak dianjurkan untuk balita, karena dapat menimbulkan luka bila tidak dimainkan dengan benar dan lolos dari pengawasan orangtua.
4. Mainan Edukasi
Anak-anak usia 3 - 5 tahun sedang berada pada tahap pengembangan otak. Segala hal yang mereka terima dan rasakan akan dipelajari dengan otak. Anak yang berada pada rentang usia ini akan mengalami peningkatan intelegensia dan sangat baik bagi para orangtua untuk merangsang daya kerja otak anak pada usia ini. Mainan-mainan edukasi seperti puzzle, tebak gambar atau angka, dan mainan-mainan edukasi berbasis pemikiran lainnya yang mampu merangsang otak anak untuk mencari solusi, sangat disarankan.5. Mainan Kreatif
Ketika anak telah berusia 5 tahun keatas, mainan yang sesuai adalah mainan-mainan kreatif. Berbeda dengan mainan edukasi yang merangsang otak anak untuk berpikir dan memecahkan masalah, mainan kreatif bertujuan untuk merangsang otak anak untuk mencipta. Jenis mainan kreatif yang sangat dianjurkan adalah yang berjenis lego yang dapat membantu anak menciptakan bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan kreatifitas mereka, lilin dan tanah liat yang kurang lebih bertujuan sama yaitu merangsang otak anak untuk menciptakan bentuk-bentuk tertentu berdasarkan hasil kreatifitas dan imajinasi mereka.
6. Mainan Stimulan
Mainan jenis ini mampu merangsang daya penglihatan dan pendengaran anak. Mainan stimulan adalah mainan yang memiliki visual dan suara untuk membantu anak dalam menangkap, mendengar, menerima dan mencerna hal-hal yang ada disekelilingnya. Anak dapat mempelajari berbagai hal seperti bentuk hewan dan suara yang dihasilkan hewan tersebut. Mainan jenis ini sangat baik bagi anak untuk mengenali lingkungan disekitarnya.
7. Beli ditoko yang terpercaya
Beberapa toko mainan anak besar yang banyak ditemui dipusat-pusat perbelanjaan menjual mainan-mainan berstandar SNI. Orangtua juga dapat langsung memilih mainan mana yang akan dibeli. Namun, bila orangtua tidak punya banyak waktu untuk pergi ke toko mainan, toko mainan anak online bisa menjadi pilihan. Memilih mainan anak di toko online membutuhkan ketelitian. Pastikan toko mainan anak online yang dipilih adalah toko terpercaya, dan yang paling penting, cek apakah mainan tersebut memiliki standar SNI. Selain itu, pelajari pula dengan teliti syarat dan ketentuan pembelian beserta ketentuan pengembalian barang bila mainan yang diterima tidak sesuai dengan yang diiklankan.artikel email

Tidak ada komentar:

Posting Komentar